Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Tegal dapat tindak lanjuti Pengolahan Air Baku yang sebelumnya telah dulu di gagas tetapi belum ditindak lanjuti, perihal ini disampaikan oleh Plt. Pengurusan PDAM Kota Tegal Tatang Suwandi, selagi lakukan kunjungan Kerja ke PDAM Tirta Dharma Ayu Indramayu.

“Ditahun 2020, praktis PDAM kota Tegal cuma bisa lakukan pemeliharaan jaringan saja, dan tidak bisa meningkatkan pelanggan, sebab debet air PDAM telah tidak ada ulang penamban” tutur Tatang.

Ia menyampaikan, bahwa tidak benar satu jalan terlihat untuk meningkatkan debet air PDAM lewat pengolahan air baku. PDAM kota Tegal menurut Tatang telah dulu menjajaki perihal tersebut, bahkan di th. 2010 pada selagi dirut PDAM kota Tegal dijabat M. Iqbal telah memicu Detail Engineering Design (DED) pengolahan air baku berasal dari sungai Ketiwon, tetapi sesungguhnya belum ditindaklanjuti hingga sekarang.

Awal bulan Maret, pihaknya dapat berkirim surat ke Badan Peningkatan Penyelengaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dengan melampirkan DED untuk pembuatan pengolahan air baku di Kota Tegal.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, M. Nursholeh yang datang dalam kunjungan kerja selanjutnya menyampaikan, untuk menanggulangi persoalan kekurangan sumber air baku dengan mencontoh PDAM Indramayu dengan produksi air sungai jadi air bersih menggunakan Water Meter BR.

Nursholeh beri tambahan bahwa sumber air bukan cuma berasal dari sungai ketiwon, tetapi terhitung bisa disita berasal dari polder bayeman yang alirannya terhitung ditunjang berasal dari aliran sungai Kaligangsa.

Menurutnya, dengan pengolahan air baku berasal berasal dari sungai ini dikehendaki bisa membuahkan 50 liter air perdetik ini setidaknya bisa mencukupi 5000 pelanggan. Dalam peluang tersebut, Wali Kota menghimbau kepada Plt. Pengurusan PDAM Kota Tegal untuk mempelajari bagaimana PDAM Indramayu dalam Pengelolaan Air bersih, dan bisa diaplilasikan di kota Tegal.

By toha