Liabilitas Adalah? Berikut Pengertian dan Konsep Dasarnya - Akuntan Muslim
akuntanmuslim.com

Pernah kaget karena tiba – tiba saja perusahaan memiliki hutang yang lebih besar daripada pendapatan tanpa mengetahui bagaimana awal terjadinya? Jika iya, maka mempelajari liabilitas bisa menjadi solusi agar tidak mengalaminya lagi.

Lantas, liabilitas itu apa? Dan apa saja contohnya? Simak penjelasan berikut ini !

  1. Apa Itu Liabilitas

Pengertian liabilitas adalah suatu kewajiban yang menjadi tanggungan perusahaan baik yang berasal dari internal ataupun eksternal, dan harus segera dibayar sebelum jatuh tempo pembayaran.

Dalam menjalankan bisnis, suatu perusahaan akan mengeluarkan berbagai jenis biaya guna menjalankan operasional. Jumlah penggunaan biaya tersebut besar dan biasanya biaya tersebut tertagih tiap periode tertentun saja.

Selain soal biaya operasional, banyak juga perusahaan yang memiliki tagihan atas utang akibat pinjaman modal eksternal. Kedua jenis tagihan tersebut dalam proses pelaporan neraca laba/rugi suatu perusahaan biasanya dijadikan satu dan dinamai “liabilitas”.

  1. Karakteristik Liabilitas

Setelah memahami pengertian liabilitas, kamu juga perlu memahami karakteristik liabilitas, diantaranya yaitu :

  • Dalam liabilitas terdapat jatuh tempo pembayaran.
  • Liabilitas merupakan kejadian atau transaksi yang sudah terjadi sehingga mewajibkan entitas.
  • Liabilitas harus segera diselesaikan dengan melunasinya.
  • Untuk menyelesaikan liabilitas dibutuhkan aset dan entitas lain.
  1. Jenis – Jenis Liabilitas

Secara garis besar, terdapat dua jenis liabilitas, yaitu :

  • Liabilitas Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Long Term Liabilities merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan dengan tempo lama, yakni dalam satu siklus laporan keuangan perusahaan.

Liabilitas jangka panjang bisa juga disebut sebagai utang tidak lancar, karena perusahaan tidak mampu membayar kewajiban ini kurang dari periode satu tahun.

Liabilitas jangka panjang contohnya adalah seperti utang bank, utang hipotik, utang obligasi, kredit noveltasi, utang subduersi, utang pemegang saham, dan juga utang sewa.

  • Liabilitas Jangka Pendek (Current Liabilities)

Current Liabilities merupakan kewajiban suatu perusahaan yang pembayarannya kurang dari setahun seperti misalnya pembayaran per bulan, per kuartal, atau per semester.

Liabilitas jangka pendek disebut juga dengan istilah utang lancar, karena perusahaan harus membayar tagihannya beberap kali dalam satu tahun.

Liabilitas jangka pendek contohnya seperti kredit rekening koran, tagihan listrik, tagihan air, cicilan mesin, dan pajak penghasilan (PPh).

  1. Cara Menganalisis Liabilitas Perusahaan

Salah satu fungsi liabilitas yaitu untuk membantu menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan serta menyimpulkan kondisinya di akhir tahun pelaporan. Jika liabilitas lebih besar daripada ekuitas, berarti sebagian besar aset perusahaan terbiayai dari hak milik eksternal. Tentunya kondisi yang seperti itu tidak sehat bagi perusahaan.

Analisis liabilitas menjadi sesuatu yang perlu dilakukan guna mengantisipasi rasio liabilitas-aset tidak seimbang. Adapun komponennya adalah sebagai berikut :

  • Rasio Utang Terhadap Ekuitas

Sebelum memulai menganalisis, tanyakan pada diri sendiri “apakah ekuitas yang perusahaan peroleh cukup untuk membayar semua utang?”.

Kondisi keuangan perusahaan sedang tidak sehat, jika jumlah utang mencapai 50% atau bahkan lebih. Sehingga ditahun berikutnya, perusahaan tersebut harus berupaya untuk mengurangi liabilitas atau meningkatkan ekuitas agar bisa membayar semua utang.

  • Rasio Utang Terhadap Aset

Jika setelah menganalisis ditemukan jumlah utang hingga mencapai 50% atau lebih, maka artinya kondisi aset perusahaan terancam terkena hipotik (jika tidak mampu membayar liabilitas).

Jumlah ideal untuk rasio utang sebesar 40% atau lebih bagus kurang dari itu. Semakin rendah rasio utang terhadap aset, maka akan semakin aman pula operasional perusahaan.

By sartika