Langkah-Langkah Bermain Kendang Untuk Pemula

Kendang adalah alat musik tradisionil yang bertahan berbentuk dan manfaatnya sampai sekarang ini. Kendang adalah alat musik di gamelan jawa yang cukup terkenal di kelompok masyarakat. Lantas kendang kerap kita saksikan jadi barisan instrument musik dangdut lirik ditinggal pas sayang sayange  di tv-tv atau menyaksikannya langsung di pentas-panggung selingan musik dangdut.

Langkah-Langkah Bermain Kendang Untuk Pemula

Lalu seorang dalang juga terkadang mainkan kendang di saat perlihatkan wayangnya sedang berjalan. Tidak ada kelirunya kita sebagai angkatan penerus bangsa turut melestarikan salah satunya budaya bangsa yang go-international yakni dengan latihan bermain kendang.

Janganlah sampai budaya bermain kendang justru didapatkan bahkan juga belajar dalam negara lain, karena saat ini lebih banyak angkatan muda Indonesia yang tidak demikian tertarik dan tidak ingin belajar bermain kendang serta orang asing yang tertarik dengan kendang dengan bawa pengetahuan kendang ke negeri aslinya. Berikut 2 cara bemain kendang bagu pemula:

1. Latihan Dengan Konsentrasi Dan Stabil

Latihan kendang secara konsentrasi dan stabil. Belajar kendang dari orang telah terbiasa dan pakar mainkan kendang. Belajar kendang bisa dituruti di kelas musik tradisionil seperti pada sanggahr-sanggar budaya tradisionil.

Belajar dengan konsentrasi saat latihan kendang dengan stop aktivitas lain sebentar saat latihan kendang disanggahr atau ke orang yang dapat main kendang.

Matikan HP saat latihan dengan lebih dulu agar fokus tidak terpecah. Lantas latihan stabil dengan menyempatkan diri untuk latihan kendang seperti menyempatkan diri dan hentikan sesaat aktivitas lain untuk latihan kendang. Ambilah beberapa saat dalam satu hari untuk latihan kendang dan melakukan ini di tiap harinya.

 

2. Belajar Tehnik Memukul Kendang

Belajar beberapa tehnik memukul kendang dengan benar dan baik. Dalam langkah ke-2 panduan bermain kendang untuk yang baru memulai ini segera dapat menjelaskan beberapa hasil bunyi dari kendang dan langkah hasilkannya.

 

Bunyi “thung” (not p), dengan memukul pada sisi tengah tebokan besar dengan telapak dan semua jari-jari tangan kanan.

 

Bunyi “dhah” (not b), dengan memukul sisi pinggir tebokan besar dengan telapak dan 4 jari-jari tangan kanan dan sesudah memukul secara langsung dilepaskan secepat-cepatnya dari tebokan.

 

Bunyi “tidak” (not t), dengan memukul dan memberikan penekanan memakai telapak dan semua jari-jari tangan kiri pada tebokan kecil.

Bunyi “tong” (not o), dengan memukul dan selekasnya melepaskan secepat-cepatnya di bagian pinggir pada tebokan kecil dengan memakai ujung jemari tengah tangan kiri.

 

Bunyi “tek” (not i), dengan memukul dan didesak pada sisi tengah tebokan besar dengan memakai ujung jemari tengah tangan kanan.

 

Bunyi “lang” (not L), dengan memukul dan secepat-cepatnya melepaskan pada tebokan kecil dengan memakai telapak dan empat jemari tangan kiri.

 

Bunyi “lung” (not l), dengan memukul dan secepat-cepatnya melepaskan di bagian pinggir tebokan kecil dengan memakai jemari telunjuk tangan kiri.

 

Bunyi “ndhet” (not b), dengan memukul dan didesak pada pinggir tebokan besar dengan memakai telapak dan empat jemari tangan kanan rapat.

 

Bunyi “ndlong” (not b), yakni gabungan di antara bunyi “dhah” dan bunyi “tong”.

 

Bunyi “ndang” (not d), yakni gabungan di antara bunyi “dhah” dan bunyi “dlong”.