Flow meter air Lumpur tidak lain adalah flow meter air limbah yang mempunyai performa tersendiri gara-gara karakteristik cairan ini mempunyai persentase solid cukup banyak hingga 35%. Dimana karakteristik berasal dari cairan selanjutnya dapat homogen ( ter campur bersama dengan baik pada solid bersama dengan liquid) ataupu tidak begitu homogen ( solid tidak dapat larut dlam liquid).

Sifat berasal dari cairan ini perlu cukup di pahami bersama dengan baik, hingga dikala kami memilih model berasal dari flow meter air lumpur yang bakal digunakan untuk mengukur debit cairan mempunyai keselarasan agar dapat menedteksi aliran cairan lumpur selanjutnya dan flow meter selanjutnya punyai performa yang baik dan tahan lama dan cost operasional dan juga maintenancenya tidak sangat mahal.

 

Karakteristik cairan Lumpur

Untuk Cairan Lumpur mempunyai tingkat kepekatan tersendiri begitu jug cii-ciri berasal dari bahan2 kimia yg digunakan sebagai hasil sistem terhadap lumpur yang sangat korosif baik itu gara-gara asam ataupun basa. Dalam mementukan model flow meter air lumpur pastinya perlu di perhatikan faktor faktor sebagai selanjutnya :
Pastikan Jenis flow meter air lumpur tidak mempunyai bagian yang kontak bersama dengan cair bergerak ataupun berputar.

Untuk Lumpur yang Abrasiv hendaknya dipilihkan model komponen yang kontak terhadap cairan lumpur tidak enteng aus

Flow meter untuk air lumpur yang sangat korosif perlu di pilihkan material yang tahan terhadap asam maupun basa kuat. Karena itu kami perlu mengetahui karakteristik cairan lumpur agar pemilihan bahan material flow meter lumur dapat tahan terhadap akibat cii-ciri berasal dari persentase kimia terhadap cairan lumpur.

Cairan lumpur kebanyakan dihasilkan berasal dari suatu sistem yang menyebakan cairan banyak punya kandungan padatan yang tercampur terhadap air bersama dengan komposisi yang berbeda-beda.

Pemilihan model flow meter lumpur ini kecuali dijalankan tidak detail bakal mengakibatkan umur berasal dari flow meter lumpur menjadi pendek dan barangkali bakal berakibat flow meter tidak dapat mendeteksi dan membaca flow berasal dari aliran lumpur tersebut.

Untuk model cairan lumpur yang punyai konduktivitas memadai, sebaiknya gunakan flow meter model electromagnetic yang mana kami perlu mengatur model material seperti electroda, linner dan juga material flange dan cover, disesuaiakan bersama dengan karakteristik air lumpur yang bakal dibaca oleh flow meter. Banyak berasal dari kami menganggap untuk air lumpur cukup di pilihkan model flowmeter electromagnetic tanpa perhitungkan model material yang di gunakan agar umur berasal dari flow meter electromagnetic selanjutnya sangat pendek dan cepat rusak.

 

By toha