Proyek modernisasi Jaringan Irigasi Rentang diharapkan dapat menaikkan memproses beras Kabupaten Indramayu menjadi 1,2 juta ton per tahun. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung
Diharapkan dengan proyek modernisasi ini, akan lebih meningkat menjadi 1,2 juta ton per tahun,” tutur Ismail.

Tahun 2020, kata Ismail, Kabupaten Indramayu hanya dapat memproses beras sebanyak 500 ton. Proyek modernisasi di Jawa Barat ini mengairi areal pertanian seluas 87.840 hektar di tiga kabupaten. Ketiganya adalah Kabupaten Majalengka seluas 1.094 hektar, Kabupaten Cirebon 20.571 hektar, dan juga Kabupaten Indramayu 66.175 hektar dengan menggunakan debit Sungai Cimanuk yang besar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Jaringan Irigasi Rentang merupakan tidak benar satu pekerjaan rehabilitasi area irigasi skala besar maka dari itu sangat penting menggunakan Water Meter Itron.

“Rehabilitasi Irigasi Rentang diharapkan akan menaikkan intensitas penanaman (IP) dari 130 % menjadi 250 persen,” ujarnya. Modernisasi wajib dilakukan karena usia proses irigasi tersebut udah puluhan tahun yang memicu berkurangnya kinerja layanan air. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rentang udah diawali sejak 2015-2018 terhadap Sistem Irigasi Sindupraja (intake anggota kanan).

Kemudian, dilanjutkan terhadap 2020 dengan modernisasi Sistem Irigasi Cipelang (intake anggota kiri). Pengerjaannya bersifat peningkatan bangunan utama (bendung dan kantong lumpur), peningkatan Saluran Induk (SI) Cipelang 12,4 kilometer, barat 30,8 kilometer, dan utara 30,2 kilometer. Selain itu, juga peningkatan saluran sekunder kiri 199 kilometer, peningkatan saluran pembuang kiri 465 kilometer, pekerjaan telemetri 46 lokasi dan telecontrol 8 lokasi pekerjaan penunjang modernisasi.

Selanjutnya, penguatan manajemen air irigasi bersifat manajemen asset, demonstrasi peningkatan operasi irigasi dan juga pertanian, peningkatan kapasitas institusi pengelola irigasi juga P3A/GP3A/IP3A, dan KOMIR. Tak main-main, proyek modernisasi ini memerlukan anggaran besar yaitu senilai Rp 5,5 triliun hingga tahun 2024 dengan melibatkan 10 kontraktor.

Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang dilakukan dengan menyentuh lima pilar yaitu, meyakinkan ketersediaan debit air dari Bendungan Jatigede sehingga air konsisten cocok rencana.

Kedua, perbaikan layanan prasarana irigasi dan bangunan, penyempurnaan proses pengelolaan irigasi cocok ketersediaan air dan pola tanam. Sementara pilar keempat dan kelima adalah penguatan institusi kelembagaan melalui sinergisitas tugas dan koordinasi dan juga pengetahuan baik dari petani.

By toha