Sama halnya bersama dengan pendidik dan tenaga kependidikan, no unik yang digunakan sebagai kode pengenal identitas termasuk diperuntukkan bagi siswa Indonesia. Dengan punya no identitas yang diberi nama Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), seorang siswa dapat terdata dengan baik dan digunakan untuk ikuti ujian nasional, dan juga dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

NISN ADALAH kode pengenal identitas siswa yang berwujud unik, standar dan berlaku selama masa yang sanggup membedakan satu siswa bersama siswa lainnya di semua sekolah Indonesia dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Sistem pengelolaan NISN secara nasional dijalankan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang merupakan anggota dari program Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Hasil dari proses pertolongan kode identifikasi oleh PDSPK ditampilkan secara terbuka didalam batasan spesifik melalui laman NISN, nisn.data.kemdikbud.go.id.

NISN digunakan dengan obyek untuk mengindentifikasi tiap tiap individu siswa di semua sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten, dan berkesinambungan. NISN terhitung dimanfaatkan sebagai pusat proses secara daring bagi unit-unit kerja di lingkungan Kemendikbud, dinas pendidikan di tempat hingga sekolah yang bersifat standar, terpadu, dan akuntabel berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terkini.

Nomor induk siswa ini termasuk dimanfaatkan sebagai sistem pendukung program Dapodik didalam pengembangan dan penerapan program-program pendidikan, statistik pendidikan, dan program pendidikan lainnya, baik di tingkat pusat, provinsi, kota, kabupaten, sampai sekolah, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ujian nasional (UN), Program Indonesia Pintar (PIP), dan lainnya. NISN diberikan kepada peserta didik yang bersekolah di satuan pendidikan yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar di dapodik.

Untuk memeroleh NISN, siswa perlu memenuhi persyaratan, seperti tercatat didalam sekolah atau instansi penyelenggara pendidikan yang terdaftar di dapodik, isi formulir yang disajikan sekolah, dan juga tercatat dan dimasukkan oleh operator sekolah ke di dalam aplikasi dapodik. Dari knowledge tersebut, operator sekolah sesudah itu jalankan verifikasi dan validasi untuk kemudian diajukan ke PDSPK untuk penerbitan NISN.

Sejak th. pelajaran 2016/2017, berdasarkan edaran PSDPK Nomor 31966/A/LL/2016, pengelolaan data referensi peserta didik ini dilaksanakan penomoran secara otomatis bagi siswa baru di jenjang sekolah dasar (SD) kelas 1 dan jenjang pendidikan anak umur dini (PAUD) dan pendidikan penduduk (dikmas). Penomoran otomatis ini dilaksanakan dengan catatan bahwa data peserta didik sudah diisikan ke didalam aplikasi dapodik oleh operator sekolah.

Bagi Siswa yang ingin mengetahui NISN, kalian bisa mencarinya melalui website resmi kemendikbud, jika belum tahu cara cek NISN siswa bisa kalian cari tutorialnya di internet.

Pentingnya Miliki NISN

Mengapa NISN diperlukan? NISN dibutuhkan agar siswa punya nomor tetap yang berlaku seumur hidup dan berlaku secara nasional. Siswa tidak harus berganti-ganti nomer identitas selama dia bersekolah untuk meneruskan pendidikannya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Seseorang yang telah punyai NISN artinya terjamin legalitasnya karena statusnya sebagai siswa diakui oleh Kemendikbud.

NISN terhitung diperlukan sebagai salah satu beberapa syarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi apalagi universitas, seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

 

Selain itu, NISN terhitung digunakan untuk melihat perkembangan siswa. NISN sebagai identitas bagi siswa didalam sistem eksekusi pelaksanaan program dan aktivitas yang tentang dengan peningkatan kualitas pendidikan maupun program-program lainnya. Dengan demikian sanggup terpantau sejauh mana keberhasilan program pendidikan berguna bagi siswa berdasarkan perkembangan riwayat pendidikan para siswa layaknya knowledge mutasi siswa, tingkat kelulusannya hingga angka putus sekolah.