Sumber : www.wartajakarta.co.id

 

 

Mitra Bukalapak dari Bukalapak, pimpinan pasar basis 020 di Indonesia, ini hari mengeluarkan BukuMitra, sebuah program tertentu dari feature SaaS (Software as a Servis) yang sejauh ini jadi sisi dari program Partner Bukalapak.

 

BukuMitra memberi peluang untuk semua aktor usaha micro, kecil, dan menengah (UMKM) dari beragam industri dan type usaha, terhitung warung, kios pulsa, warung makanan, jasa laundry, social commerce, dan sebagainya, untuk mempunyai mekanisme pembukuan dan pendataan utang yang aman, gampang, dan efektif.

 

Selain itu, BukuMitra sediakan feature media promo, di mana pemakai bisa membuat poster, daftar, kartu nama, dan banner untuk menebarkan info mengenai usahanya ke kawan-kawan mereka lewat basis digital seperti messaging app dan sosial media.

 

Teddy Oetomo, President Tbk menjelaskan program Partner Bukalapak sendiri sudah menolong 8.tujuh juta aktor UMKM di semua Indonesia untuk meningkatkan usahanya dari warung atau toko yang cuman jual barang keperluan setiap hari jadi tempat beberapa orang dapat beli voucer games, lakukan pengangkutan uang, pembayaran bill, bahkan juga jadi agen pengangkutan barang.

 

Namun demikian, sering usaha yang berkembang ini masih diatur dengan sistem pembukuan yang tradisionil dengan buku catat atau selembar kertas.

 

“Metode ini tentu saja mempunyai resiko seperti kertas yang lenyap, tidak menyengaja kebuang atau kotor karena ketumpahan suatu hal.sebuah hal. Dengan semua catatan utang yang ada di kertas itu, beberapa pebisnis ini mempunyai potensi kehilangan penghasilannya.

 

Hal inilah yang selanjutnya memicu lahirnya feature SaaS di Partner Bukalapak. Feature ini sudah dipakai oleh lebih dari 300.000 pemakai untuk lakukan pembukuan dan pendataan utang secara aman. Pergi dari keberhasilan feature ini, Partner Bukalapak mengeluarkan program Buku Partner hingga lebih banyak aktor usaha bertaraf kecil yang dapat mengurus usahanya lebih efisien dan efektif.

 

Terciptanya bisnis ramah lingkungan

 

Semua catatan pembukuan pemakai BukuMitra akan disimpan di Cloud hingga kurangi resiko kehilangan data bila pemakai alami kerusakan atau kehilangan handphone.

 

Sementara itu, Bambang Brodjonegoro, Komisaris Bukalapak sampaikan jika program seperti BukuMitra bisa berperan pada salah satunya perolehan Sustainable Development Goals (SDG) yang ditargetkan oleh PBB, yakni kenaikan pengadaan tugas yang pantas dan kemajuan ekonomi dan pengurangan ketidaksetaraan.

 

“Terdapat 64 juta aktor UMKM di Indonesia yang diprediksi berperan pada lebih dari 60% PDB negara dan mengaryakan 97% komunitas negara. Dengan program BukuMitra, maka memberi kesempatan ke beberapa aktor UMKM untuk tetap tumbuh dan sejajar dengan pebisnis ritel kekinian dari sisi pembukuan. Ini tentu saja akan bawa imbas positif untuk kemajuan ekonomi nasional.

 

BukuMitra menolong terbentuknya praktik usaha yang lebih ramah lingkungan di kelompok UMKM karena menyusutnya penggunaan kertas untuk pencatatan keuangan.

By andut