Cara Mengatasi Baterai Android Yang Cepat Habis

Mungkin Anda adalah tipe orang yang merasa baru sebentar menggunakan smartphone Android, dan kok baterainya habis. Bahkan saat ini, rasanya hampir tidak mungkin kita bisa lepas dari smartphone sejenak. Apalagi saat Anda membutuhkan smartphone untuk keperluan penting seperti bekerja atau berkencan dengan teman.

Jika Anda termasuk orang yang beraktivitas seharian, daripada terjerat tips berikut ini, lebih baik pilih ponsel dengan baterai besar. Misalnya, kapasitas baterai Samsung Galaxy A12 dan Samsung Galaxy A02s adalah 5.000 mAh, yang cukup untuk memberi daya pada ponsel Anda sepanjang hari.

Selain itu, dengan dukungan teknologi pengisian cepat adaptif 15W, kedua ponsel Samsung ini dapat langsung digunakan meskipun hanya diisi dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, baik itu bekerja, bermain game, atau browsing media sosial favorit Anda, kebutuhan aktivitas seluler Anda dapat dijamin.

  1. Copot Aplikasi Yang Boros Baterai

Salah satu keuntungan menggunakan Android adalah sistem operasinya sangat terbuka terhadap segala macam informasi penting tentang penggunanya. Salah satunya adalah kegiatan memahami penggunaan baterai.

Anda dapat memeriksanya dengan masuk ke menu “Pengaturan” > “Baterai”. Lihat aktivitas aplikasi mana yang menguras baterai Anda. Jika Anda tidak sering menggunakannya, copot saja dan masalahnya akan terpecahkan.

  1. Mode Power Saving

Android dilengkapi dengan mode hemat daya. Dengan menggunakan mode ini, smartphone Android Anda akan secara otomatis memilih aktivitas yang tidak boleh dijalankan, karena ini menghabiskan baterai.

Hal yang biasa dilakukan adalah menghapus animasi dalam aplikasi, menonaktifkan sinkronisasi latar belakang, mematikan layanan lokasi, dan menurunkan tingkat kecerahan layar. Yang lebih ekstrim lagi, baik smartphone Samsung maupun Huawei memiliki fungsi mode ultra hemat daya, sehingga smartphone Anda hanya bisa melakukan panggilan dan mengirim pesan teks.

  1. Atur brightness

Ada dua cara untuk mengatur kecerahan, secara manual atau mengaktifkan fungsi kecerahan otomatis di Android. Semakin terang cahaya dari layar, semakin banyak daya baterai yang akan digunakan.

  1. Merawat baterai

Menurut informasi yang diberikan oleh semua produsen, masa pakai baterai smartphone adalah 10.000 kali pengisian ulang. Kuncinya adalah perawatan baterai. Salah satu cara untuk berhati-hati adalah jangan sampai baterai smartphone Anda menjadi panas. Kebiasaan meletakkan smartphone di dashboard mobil atau menggunakannya di luar ruangan di siang hari plus meningkatkan kecerahan untuk mengimbangi cahaya yang terlalu terang akan menghabiskan baterai.

Metode perawatan penting lainnya adalah dengan menggunakan sistem 10-90. Dengan kata lain, jika ponsel cerdas Anda belum mencapai daya 90%, Anda tidak akan melepasnya dari pengisi daya dan tidak akan membiarkan daya baterai Anda turun di bawah 10%.

  1. Airplane mode saat sinyal buruk

Berada di area blind spot provider seluler Anda, mencegah smartphone Anda mendapatkan sinyal. Dalam hal ini, smartphone Anda secara otomatis akan terus mencari sinyal.

Proses ini sangat memakan baterai, selain itu karena komponen mesin terus bekerja maka akan timbul panas yang juga akan menyebabkan baterai menjadi panas karena posisinya yang tertutup.

  1. Batasi layanan lokasi

Hampir setiap aplikasi sekarang mengharuskan Anda untuk mengaktifkan GPS. Saat Anda tidak menggunakan aplikasi, GPS di beberapa aplikasi masih berlaku, Anda dapat mengubahnya di menu layanan lokasi dan menentukan aplikasi yang benar-benar Anda perlukan untuk terus menggunakan GPS, seperti peta.

  1. Clear Cache

Salah satu yang berperan penting dalam menguras baterai Android adalah Google Play. Namun, Anda tidak bisa menghapusnya begitu saja, karena Google Play berperan penting sebagai saluran komunikasi antara aplikasi dan sistem.

Dengan cara ini, penggunaan baterai sistem akan berkurang. Anda bisa melakukan operasi ini secara rutin, misalnya sebulan sekali.