Aturan Saat Ingin Renovasi Rumah

Tak banyak yang paham tata langkah dan regulasi selagi inginkan melaksanakan renovasi rumah. Apalagi berkenaan perizinan untuk renovasi surabaya maupun pembangunan rumah baru. Kemudian, bagaimana kalau inginkan melaksanakan renovasi rumah. Apakah diperlukan izin? Pada dasarnya pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersedia tiga jenis.

Yaitu IMB untuk rumah baru, IMB renovasi rumah dan IMB untuk rumah lama. Bila pekerjaan renovasi rumah yang dikerjakan telah termasuk dan sampai ke sistem membuat perubahan lay-out (denah) rumah maka diharuskan mengurus pengajuan IMB, contohnya seperti:

-Menambah kuantitas kamar
-Merubah kamar mandi jadi ruangan lainnya
-Membongkar tembok untuk memperluas ruangan
-Penambahan luas bangunan, baik ke atas maupun ke samping
-Perubahan wujud rumah secara menyeluruh agar pengaruhi wujud rumah
-Merubah fasad, meskipun terkesan kecil, wajib mempunyai IMB.
-Jadi bila pengerjaan renovasi rumah dengan begitu banyak ragam jenis menambahkan tersebut, wajib mempunyai -IMB. Tidak sukar didalam mengajukan permohonan IMB. Hanya saja wajib bersabar, gara-gara prosedur formal

pengurusan IMB perlu selagi 21 hari. Kemudian untuk pengajuan izin, lumayan singgah ke kantor dinas tata kota setempat, dan melengkapi dokumen-dokumen selanjutnya ini:

-Fotocopy KTP.
-Surat kuasa bila penandatangan bukan dikerjakan oleh pemohon sendiri.
-Fotocopy pelunasan PBB th. terakhir
-Fotocopy bukti kepemilikan atas tanah yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.
-Fotocopy Izin penggunaan ruang.
-Foto copy Gambar Rencana Bangunan selanjutnya penjelasannya, skala 1 : 100
-Perhitungan Konstruksi bagi bangunan bertingkat;
-Izin tetangga diketahui RT/RW (dengan meterai 6000);
-Denah bangunan dan foto nampak bangunan didalam ukuran Postcard (khusus pemutihan);
Pengantar / Rekomendasi Lurah dan Camat berkenaan berdirinya Bangunan;
-Rekomendasi Dinas / Instansi terkait;
-Foto copy Akte Jual Beli
-Fotocopy IMB lama sebelum saat renovasi.
-Selain itu tersedia 3 formulir kembali yang wajib diisi (masing-masing dengan materai 6.000) antara lain:
-Surat pernyataan kesanggupan membangun dan keputusan BCR (Building Coverage Ratio).
-Surat pernyataan jaminan kelayakan dan kualitas bangunan.
-Surat pengantar permohonan IMB.
-Semoga penjelasan berkenaan beberapa syarat mengurus IMB untuk renovasi rumah diatas mampu membantu.

 

Terlepas perizinan itu, mempunyai rumah yang nyaman merupakan jadi dambaan banyak orang. Namun permasalahannya bagaimana kalau beberapa syarat itu belum dimiliki oleh pemilik rumah. Kalau begitu ceritanya merenovasi rumah tentu dapat jadi solusi terbaik.

Namun, kalau inginkan melaksanakan renovasi rumah tentu tidak wajib wajib menanti terkumpulnya uang. Pasalnya, kalau sebenarnya terbentur dengan urusan dana, pemilik rumah mampu mengajukan KPR Renovasi khusus melalui bank.

Nah, bila inginkan merenovasi rumah selanjutnya ini tersedia beberapa referensi yang mampu dikerjakan :

Saat inginkan merenovasi rumah, langkah pertama yaitu mengkalkulasi ongkos material, yang inginkan digunakan. Masalah ini, tersedia baiknya dikonsultasikan terutama dahulu pada tukang atau kontraktor yang inginkan membangun rumah Anda. Selanjutnya, tanyakan kepada mereka keperluan material apa saja yang inginkan digunakan untuk membangun rumah.

Setelah paham bahan material yang dapat digunakan mampu langsung melaksanakan survei ke sejumlah toko bangunan. Kemudian, carilah toko yang menjajakan bahan material bangunan yang paling murah. Setelah itu mampu langsung mengkalkulasi ongkos material yang dapat diperlukan.

Selanjutnya, mampu mengkalkulasi jasa tukang bangunan, pada dasarnya tersedia tiga sistem kerja serupa yang mampu dikerjakan dengan tukang yaitu, sistem borongan penuh, sistem harian dan borongan tenaga. Sistem borongan penuh adalah pemilik rumah telah menerima beres seluruh pekerjaan berasal dari tukang.

Pemilik rumah, lumayan mengemukakan keinginan, wujud dan bahan material yang dapat digunakan. Nantinya, tukang dapat merinci biayanya kemudian mempersiapkan bahan bangunan dan membangunnya. Dibandingkan pola kerja serupa yang lain, sistem ini sebenarnya terhitung lebih mahal. Sistem harian adalah pola kerjasama membayar tukang cocok kuantitas hari mereka bekerja.

Selain itu, pemilik rumah wajib mempersiapkan bahan material sendiri. Sistem kerjasama ini sebenarnya lebih murah, tetapi pemilik rumah wajib waspada gara-gara kadang-kadang tukang dapat memperlambat pekerjaannya agar meraih banyak keuntungan. Sekedar informasi, selagi ini ongkos bayar tukang per harinya adalah Rp 130 ribu sampai Rp 150 ribu.

Sementara borongan tenaga adalah sistem hanya membayar jasa tukang saja, tidak wujud harian berdasarkan kesepakatan antara pemilik rumah dan tukang. Menggunakan langkah ini sebenarnya amat menguntungkan, gara-gara pekerjaan tukang dapat lebih cepat. Tapi, umumnya pemilik rumah dapat dibikin sibuk gara-gara wajib mempersiapkan bahan material sendiri.