Makna hikayat adalah kegiatan membaca karya sastra berbeda dengan kegiatan membaca teks atau nonsastra pada umumnya. Karena ada banyak perbedaan yang signifikan antara sastra dan non-sastra. Berbicara dan membaca sastra, khususnya sastra kuno, membutuhkan banyak kosakata. Setiap orang yang membaca karya sastra, terutama yang baru memulai, harus banyak merenungkan dan menafsirkan makna kata-kata yang terkandung dalam karya sastra satu per satu. Alasannya adalah bahwa ada banyak kata dalam sastra.

Membaca karya sastra, khususnya karya sastra lama, membutuhkan penguasaan kosakata yang lebih banyak karena masih banyak kata-kata usang (klise). Pada sastra kuno, ada beberapa jenis, seperti Sejarah Sastra Klasik Melayu karya Liao Yufang, yaitu cerita rakyat, epik, legenda, sastra buku, cerita berbingkai, hukum kuno Melayu, banton dan puisi.

Salah satu diskusi yang menarik adalah Hikayat. Hikayat dikatakan sebagai cerita rakyat dalam sastra Indonesia. Hikayat juga dikenal sebagai novel prosa lama dan menceritakan banyak cerita tentang istana atau raja. Membicarakannya biasanya merupakan peristiwa magis dan magis.

Namun jika mengutip KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), hikayat berarti sastra Melayu kuno berbentuk prosa yang mengandung fiksi, religi, sejarah, biografi atau gabungan cerita, hukum, dan silsilah untuk dibaca sebagai pelipur lara, penambah jiwa, atau sekadar untuk memeriahkan pesta. seperti Legenda Hangtuah dan Legenda Seribu Satu Malam.

Tidak hanya raja, tetapi juga tindakan heroik seorang pria, dan keajaiban para protagonis yang terkandung di dalamnya. Dengan kompleksitas pembahasan legenda, legenda dibagi menjadi tiga jenis: legenda fiksi, legenda sejarah, dan legenda biografi.

Selain ketiga jenis hikayat tersebut, ada dua jenis hikayat, yaitu unsur dalam dan unsur luar. Unsur-unsur yang melekat pada sebuah saga adalah tema, setting, penokohan, plot, dan sudut pandang pengarang. Unsur eksternal tersebut adalah nilai-nilai dalam teks legenda, yaitu moralitas pendidikan, moralitas budaya, moralitas agama, dan moralitas sosial. Namun selain unsur-unsur tersebut, terdapat 4 struktur legenda yang menjadi dasar pembuatan sebuah legenda yaitu tema, tokoh, latar dan sudut pandang.

Apa definisi dari legenda?

Ringkasnya, dapat disimpulkan bahwa “Shakyamuni” adalah karya sastra berbentuk prosa yang menceritakan tentang keanehan, keajaiban, keajaiban, sejarah, biografi, yang menghibur dan dapat membangkitkan semangat.

Baca Juga : Google Scholar Jurnal Internasional

Juga mengutip Gibb dkk (1965) dalam Encyclopedia of Islam, di mana saga berarti:

Hikayat di sini dianggap sebagai cerita prosa pendek dalam sastra Persia klasik, yang tidak dapat dikatakan membentuk genre sastra sejati dalam tradisi Persia, karena hikayat dimasukkan ke dalam banyak jenis sastra lain (sejarah, mistisisme, tulisan, sindiran, dll. ) . ) Selain mengumpulkan saga benar disebut.

Apa ciri-ciri legenda?

Untuk mengetahui perbedaan antara “Legenda” dengan karya sastra kuno lainnya, Anda dapat merujuk pada ciri-ciri “Legenda” itu sendiri, yaitu:

1.

  1. Bercerita tentang raja dan keluarganya (Pusat Istana).
  2. Praktis atau memiliki logika tersendiri, sehingga terkadang berbeda dengan yang dipikirkan orang.
  3. Sering mengumpat kata-kata lama (klise) seperti pemilik, hatta, hikayat sahibul, terkenal, dll.
  4. Terkadang kepengarangan tidak disebutkan.
  5. Kebanyakan cerita tentang petualangan dan akhir yang bahagia, dan cenderung membosankan.
  6. Penggambaran itu hitam putih, atau watak tokoh tidak berubah, watak yang baik tetaplah watak yang baik dan begitu pula sebaliknya.
  7. Legenda tentang apa? Ini adalah artinya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Itu saja, terima kasih. Salam berbagi teman.