Kendala Saat Menentukan Komposisi Pemegang Saham, Direksi, dan Komisaris

UUPT menyaratkan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang sebagai pendiri PT. Pendiri ini sesudah itu dapat menjadi pemegang saham PT gara-gara memang dalam UUPT diatur bahwa masing-masing pendiri PT harus menyita bagian saham. Namun bagi pengusaha pemula kadang sukar untuk menemukan mitra kerja yang dapat dirangkul untuk mendirikan PT. Teman dekat sama sekali rasanya belum dapat 100% dipercaya. Tak heran, banyak yang pilih pasangannya—suami atau istri—untuk memenuhi 2 orang pendiri PT.

Hanya saja, jikalau hanya pasangan suami istri saja sebagai pendiri PT maka memang tidak memenuhi ketentuan UUPT. Sebab, di Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU 1/1974”) disebutkan bahwa harta benda yang diperoleh sepanjang perkawinan menjadi harta bersama. Adanya harta dengan ini menyebabkan pemegang saham PT dianggap sebagai satu entitas jikalau pemegang saham PT hanya suami dan istri. Pasangan suami istri dapat menjadi pendiri dan pemegang saham di PT hanya dalam dua kondisi berikut:

Pertama, adanya perjanjian pra nikah (prenuptial agreement) yang salah satu klausulanya mengatur pemisahan harta antara suami dan istri. Dengan demikian, segala harta benda yang diperoleh dalam perkawinan mereka, menjadi punya masing-masing pribadi, bukan menjadi harta bersama.

Kedua, jikalau tersedia pemegang saham lainnya. Dengan demikian, meskipun suami istri dianggap satu, dengan adanya orang lain, berarti pemegang saham PT senantiasa sekurang-kurangnya 2 (dua) orang sesuai peraturan Pasal 7 ayat (1) juncto Pasal 7 ayat (2) UUPT.

Kalau nama-nama pemegang saham sudah ditentukan, sesudah itu Anda menunjuk siapa yang dapat menjabat sebagai direksi dan komisaris. Direksi berwenang untuk melaksanakan pengurusan, sementara komisaris mengawasi jalannya perusahaan. Bolehkah dari 2 pemegang saham salah satu menjadi direksi dan yang lain menjadi komisaris? Jawabannya adalah boleh dan tidak tersedia larangan. Lagipula, startup atau UKM kebanyakan belum dapat menggaji direksi gara-gara operasional perusahaan sedapat mungkin ditangani sendiri sampai tersedia pemasukan dan keuntungan untuk perusahaan.

Solusi: Kalau Anda belum memercayai mitra anda, maka boleh mengajak pasangan kamu sebagai pendiri PT. Kalau tidak punya perjanjian pemisahan harta sebagaimana disebutkan diatas kamu dapat mengajak orang dekat kepercayaan kamu dengan menambahkan prosentase kepemilikan dengan jumlah yang amat sedikit. Sedapat mungkin, komposisi pemegang saham di PT yang dapat kamu dirikan jangan 50-50 gara-gara jikalau dambakan melaksanakan pergantian fundamental di perusahaan andaikan meningkatkan modal atau mempengaruhi maksud dan target perusahaan sementara pemegang saham yang lain tidak sepakat maka dapat sukar dicapai kesepakatan dengan kata lain deadlock. Anda juga bisa berkonsultasi dengan jasa izin pembuatan pengurusan pendirian pt jakarta murah.

 

By Drajad